CONTOH KASUS : KOMBINASI KRIPTOGRAFI ALGORITMA VIGENERE CIPHER
DAN ALGORITMA AES UNTUK PENGAMANAN PESAN TEKS
Algoritma
Vigenere
Vigenère cipher adalah salah satu algoritma kriptografi klasik
yang diperkenalkan pada abad 16 atau kira-kira pada tahun 1986. Algoritma
kriptografi ini dipublikasikan oleh seorang diplomat dan juga kriptologis yang
berasal dari Prancis, yaitu Blaise de Vigenère, namun sebenarnya algoritma ini
telah digambarkan sebelumnya pada buku La Cifra del Sig. Giovan Batista Belaso,
sebuah buku yang ditulis oleh Giovan Batista Belaso, pada tahun 1553.
Vigenère cipher kunci yang digunakan berbentuk deretan
huruf.Kunci yang berbetuk deretan kata tersebut akan memungkinkan setiap huruf
plainteks untuk dienkripsi dengan kunci yang berbeda. Jika panjang kunci yang
digunakan lebih pendek dari panjang plainteks maka kunci akan diulang sampai
panjang kunci samdengan panjang plainteks.
Algoritma ini akan meminimalkan kemungkinan dipecahkannya
cipherteks jika satu huruf plainteks diketahui. Model matematika dari enkripsi
pada algoritma Vigenère cipher ini adalah seperti berikut:
Ci =
( Pi + Ki ) mod 26
Dan
model matematika untuk deskripsinya adalah:
Pi =
( Ci – Ki ) mod 26
Keterangan:
Ci =
nilai desimal karakter ciphertext ke-i
Pi =
nilai desimal karakter plaintext ke-i
Ki =
nilai desimal karakter kunci ke-i
Dimana
nilai desimal karakter :A=0,B=1…Z=25.
Contoh
:
Plaintext:STIKOMTB
Key:VIGENERE
Ciphertext :NBVOUQKF
Dimana jika pada proses enkripsi hasil Pi+Ki lebih dari 26 maka
pengunaan mod 26 digunakan jika tidak maka langsung saja masukkan nilai dari
hasil dari Pi+Ki.Dan jika pada proses deskripsi hasil dari Pi-Ki adalah nilai
negatif, mod 26 tidak berlaku,melainkan hasil nilai negatif langsung
dijumlahkan dengan 26. Namun algoritma ini memiliki kelemahan yaitu kuncinya
yang pendek dan penggunaanya yang berulang-ulang,kunci yang berulang ini
menimbulkan berbagai celah berupa penggeseran yang sama untuk setiap plainteks
yang disubtitusikan oleh teks pada kunci yang sama.
Algoritma
AES(Advanced Encryption Standard)
Advanced Encryption Standard (AES) adalah algoritma kriptografi
yang menjadi standar algoritma enkripsi kunci simetris pada saat ini. Advanced
Encryption Standard (AES) dipublikasikan oleh NIST (National Institute of
Standard and Technology) pada tahun 2001. AES merupakan blok kode simetris
untuk menggantikan DES (Data Encryption Standard).
Saat ini, AES merupakan algoritma kriptografi yang cukup aman untuk melindungi
data atau informasi yang bersifat rahasia.Pada tahun 2006, AES adalah salah
satu algoritma populer yang digunakan dalam kriptografi kunci simetris .
Urutan data yang sudah terbentuk dalam satu kelompok 128 bit
tersebut disebut juga sebagai blok data atau plaintext yang nantinya akan
dienkripsi menjadi ciphertext. Cipher key dari AES terdiri dari key dengan
panjang 128 bit, 192 bit, atau 256 bit. Perbedaan panjang kunci akan
mempengaruhi jumlah round yang akan diimplementasikan pada algoritma AES ini.
Enkripsi
Proses enkripsi pada algoritma Adavanced Encryption Standard
terdiri dari 4 jenis transformasi bytes, yaitu SubBytes, ShiftRows, Mixcolumns,
dan AddRoundKey. Pada awal proses enkripsi, input yang telah dikopikan ke dalam
state akan mengalami transformasi byte AddRoundKey.Setelah itu, state akan
mengalami transformasi SubBytes, ShiftRows, MixColumns, dan AddRoundKey secara
berulangulang sebanyak Nr. Proses ini dalam algoritma AES disebut sebagai round
function.Round yang terakhir agak berbeda dengan round-round sebelumnya dimana
pada round terakhir, state tidak mengalami transformasi MixColumns.
Deskripsi
Dan dalam proses deskripsinya dapat dibalikkan dan
diimplementasikan dalam arah yang berlawanan untuk menghasilkan inverse cipher
yang mudah dipahami untuk algoritma AES. Transformasi byte yang digunakan pada
invers cipher adalah InvShiftRows, InvSubBytes, InvMixColumns, dan AddRoundKey.
Kesimpulan
Kombinasi vigenere cipher dan algoritma aes dapat membantu
meningkatkan keamanan data teks,jika dibandingkan hanya dengan menggunakan satu
metode pengamanan data saja.Dengan mengkombinasikan sebuah algortima
kriptografi pastinya data lebih terjaga keasliannya dan terhindar dari para
penyadap.